REVOLUSI AKHLAK

Kamis, 30 September 2021

TAHSIN ALQURAN

 

PENDAHULUAN

            Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Merupakan padoman hidup, petunjuk bagi umat Islam dan membacanya itu termasuk ibadah. Oleh karena itu kita dalam membaca Al-Qur’an harus baik dan benar. Dan juga harus fashih dalam mengucapkan huruf-huruf, dengung, panjang/pendek, waqaf/berhenti, dan qalqalah. Hal-hal tersebut adalah ruang lingkup ilmu tajwid, oleh karena itu kita dituntut mempelajari ilmu Tajwid agar bacaan kita menjadi baik dan benar.

 Pentingnya ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an yaitu agar bacaan seseorang tepat dengan tilisan sebenarnya. Apabial seseorang membaca Al-Qur’an tidak tepat dalam pengucapan baik misalnya makhrajul huruf, panjang/pendek, dan lain-lain, hal tersebut akan secara lafazh. Maka pada makalah yang sederhana ini akan membahas tentang salah satu pembagian dari ilmu tajwid yaitu  Qalqalah. Yang mana Qalqalah itu terabagi menjadi dua yaitu Qalqalah Shugra dan Qalqalah Kubra, yang akan dibahas pada isi makalah.

 

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Qalqalah

            Pengertian Qalqalah menurut bahasa ialah:

التحرك والاضطراب

Bergerak dan gemetar.

Sedangkan secara istilah Qalqalah ialah:

صوت زائد قوى جهرى يحد ث فى مخرج الحرف السا كن بعد ضغطه

"Suara tambahan (pentulan) yang kuat dan jelas yang terjadi pada huruf yang bersukun setelah menekan pada makhraj huruf tersebut".

Adapun huruf-huruf Qalqalah itu ada 5 yaitu:

Qaf  (ق),Tha’ (ط)Ba’ (ب)Jim (ج )dan Dal (د)

Dalam Nazham dijelaskan:

ويبنّن مقلقلا ان سكنا . وان يكن فى الوقف كان ابينا

“Dan qalqalah-kanlah dengan jelas apabila terdapat (huruf qalqalah) yang bersukun atau dalam keadaan wakaf”[1].

            Dalam Ilmu Tajwid Qalqalah terbagi menjadi 2 yaitu Qalqalah Shugra dan Qalqalah Kubra.

1.      Qalqalah Sughra

Shugra yaitu artinya kecil. Qalqalah Shugra menurut istilah ialah:

فإن كان سكو نهما اصليّا فهي صغرى

jika huruf Qalqalah dalam keadaan sukun Asli, maka ia dinamakan Qalqalah Shugra”.

Dalam pengertian lain juga disebutkan:

فما سكن منها فى وسط الكلمة يسمّى قلقلة صفرى

“Apabila huruf Qalqalah tersebut mati ditengah kalimat, maka dinamkan Qalqalah Shugra.

Berdasarkan dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Qalqalah Shugra terjadi pada dua kondisi, yaitu huruf Qalqalah:

-          Bersukun asli.

-          Bersukun ditengah kalimat.

Cara pengucapan Qalqalah ialahdengan menekan kuat makhraj huruf dari huruf yang bersukun tersebut sehingga suaranya memantul dengan pantulan yang kuat dan jelas. Untuk huruf qaf dan tha’ pantulannya mendakati suara “o” karena kedua huruf ini tersifati oleh Isti’la. Bahkan, suara ini pun cenderung berubah-ubah bergantung pada harakat dari huruf sebelum dan sesudahnya.

Adapun contoh-contoh Qalqalah Shugra adalah sebagai berikut:

Huruf Qalqalah

Contoh

ق

رزقناهم

يقطعون

ط

يطمعون

المطمئنّه

ب

حبل

من قبلك

ج

مجرمون

تجزون

د

يد خلون

مدبرين

 

2.       Qalqalah Kubra

Adalah Qalqalah besar. Qalqalah Kubra menurut istilah ialah:

ان كان سكونها عارضا فى الوقف فهى كبرى

“jika huruf qalqalah bersukun ‘aridli karena di-wakaf-kan, maka ia dinamakan Qalqalah Kubra”.

Kemudian dalam kitab Al-Qaulus Sadid diterangkan pengertian Qalqalah Kubra yang lain, yaitu:

وما سكن منها فى اخر الكلمة يسمّى قلقلة كبرى

Apabila huruf qalqalah tersebut bersukun di akhir kalimat, maka ia dinamakan Qalqalah Kubra.

            Berdasarkan difenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Qalqalah Kubra terjadi apabila huruf Qalqalah:

-          Bersukun ‘aridli, karena di-wakaf-kan. Dengan kata lain, huruf tersebut asalnya berharakat tetapi menjadi bersukun karena dibaca waqaf.

-          Bersukun di akhir kalimat.

Pengucapan Qalqalah Kubra sama dengan cara pengucapan qalqalah secara umum, namun harus lebih berkumandang dan lebih jelas dibending dengan pengucapan Qalqalah Shugra. Bahkan, pengucapan Qalqalah Kubra harus lebih kuat lagi tatkala huruf qalqalah yang di-wakaf-kan tersebut dalam keadaan bertasydid.

Adapun contoh-contoh Qalqalah Kubra  adalah sebagai berikut:

Huruf Qalqalah

Contoh

ق

ما خلق

بالحقّ

ط

محيط

رباط

ب

حساب

وتبّ

ج

بهيج

المعارج

د

لشديد

              [2] الله الصّمد

 

B. Perbedaan Qalqalah Shugra dan Qalqalah Kubra

Selain karena faktor sukun asli atau aridli dan di tengah atau di akhir, ada segi perbedaan yang lain yaitu:

1.      Qalqalah yang terjadi ditengah kalimat disebut Shugra, karena proses Qalqalahnya berlangsung kurang sempurna. Lisan secara serentak berpindah ke makhraj yang lain untuk mengucapakan huruf selanjutnya. Seadangkan Qalqalah yang terjadi di akhir kalimat disebut Kubra, karena prosesnya Qalqalahnya berlansung sempurna. Lisan tidak segara berpindah ke makhraj lain, karena bacaan terhenti pada huruf Qalqalah tersebut.

2.      Qalqalah yang bersukun asli disebut Shugra, karena terjadi melalui satu proses saja, yakni proses Qalqalah tanpa Iskan. Sedangkan qalqalah yang bersukun Aridli disebut Kubra karena terjadi melalui dua proses, yaitu: Qalqalah dan Iskan.

C. Pembagian Lain Huruf Qalqalah

Selain Pembagian Qaqalah di atas (Shugra dan Kubra) ada pebagian lain, yaitu:

1.      Ditinjau berdasarkan kekuatan dan kejelasan suara pantulan dari huruf Qalqalah, maka huruf-huruf tersebut dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok:

a.       A’la ( paling tingggi) maksudnya paling kuat dan paling jelas suara pantulannya. Hurufnya adalah Tho’

b.      Ausath (sedang). Maksudnya suara pantulannya bersifat sedang atau pertengahan. Hurufnya adalah Jim

c.       Adna (paling rendah). Maksudnya paling rendah suara pantulannya dibanding A’la atau Ausath. Huruf-hurufnya antara lain: Qaf, Ba’, dan Dal.

2.      Ditinjau berdasarkan kondisi yang menyertai huruf-huruf Qalqalah dikaitkan dengan kekuatan dan kejelasan suara pantulan yang dihasilkan dari kondisi tersebut, dapat dibagi menjadi 3 kondisi, antara lain:

a.       Shoghir (kecil) yakni bila huruf Qalqalah dalam keadaan mati ditengah kalimat dan bacaan pun di whashalkan. Contoh:  قبل

b.      Kabir (besar), yaitu apabila huruf Qalqalah dimatikan di akhir kalimat dan bacaan pun diwaqafkan. Contoh: عذاب

c.       Akbar (paling besar), yaitu apabila huruf Qalqalah dalam keadaan bertasydid di akhir bacaan yang diwakafkan. Contoh: [3]بالحقّ

 

 

 

KESIMPULAN

Pada keterangan diatas maka kita dapat tarik sebuah kesimpulan bahwa Qalqalah itu secara bahasa adalah bergerak dan gemetar sedangkan secara istilah Qalqalah itu adalah Suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yang terjadi pada huruf yang bersukun setelah menekan pada makhraj huruf tersebut. Dan Qalqalah itu dapat dibagi menjadi dua yang pertama Qalqalah Sugra adalah apabila huruf Qalqalah tersebut mati ditengah kalimat, maka dinamkan Qalqalah Shugra. Sedangkan Qalqalah Kubra adalah apabila huruf qalqalah tersebut bersukun di akhir kalimat, maka ia dinamakan Qalqalah Kubra.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Aabdurohim, Acep Iim, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap,  Bandung: Cv Penerbit Diponegoro, 2012.

Munir, Ahmad dan Saudarsono Ilmu Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an, Jakarta:PT Renika Cipta,1994.

Wahyudi, Moh,  Ilmu Tadwid Plus, Surabaya: Halim Jaya, 2007.



[1] Acep Iim Aabdurohim Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap, ( Bandung: Cv Penerbit Diponegoro, 2012). 129.

[2] Ahmad Munir dan Saudarsono Ilmu Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an, (Jakarta:PT Renika Cipta,1994),46-47.

[3] Moh Wahyudi, Ilmu Tadwid Plus, (Surabaya: Halim Jaya, 2007),156.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AL-MARAGHI

  PENDAHULUAN Sumber dari segala ilmu pengetahuan tentang keislaman tidak terlepas dari Al-Qur’an. Menafsirkan Al-Qur’an berarti berusaha ...