PENDAHULUAN
Al-Qur’an sebagai
wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Merupakan padoman hidup,
petunjuk bagi umat Islam dan membacanya itu termasuk ibadah. Oleh karena itu
kita dalam membaca Al-Qur’an harus baik dan benar. Dan juga harus fashih dalam
mengucapkan huruf-huruf, dengung, panjang/pendek, waqaf/berhenti, dan qalqalah.
Hal-hal tersebut adalah ruang lingkup ilmu tajwid, oleh karena itu kita
dituntut mempelajari ilmu Tajwid agar bacaan kita menjadi baik dan benar.
Pentingnya ilmu tajwid dalam
membaca Al-Qur’an yaitu agar bacaan seseorang tepat dengan tilisan sebenarnya.
Apabial seseorang membaca Al-Qur’an tidak tepat dalam pengucapan baik misalnya
makhrajul huruf, panjang/pendek, dan lain-lain, hal tersebut akan secara
lafazh. Maka pada makalah yang sederhana ini akan membahas tentang salah satu
pembagian dari ilmu tajwid yaitu
Qalqalah. Yang mana Qalqalah itu terabagi menjadi dua yaitu Qalqalah
Shugra dan Qalqalah Kubra, yang akan dibahas pada isi makalah.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Qalqalah
Pengertian
Qalqalah menurut bahasa ialah:
التحرك
والاضطراب
Bergerak dan gemetar.
Sedangkan secara istilah Qalqalah ialah:
صوت
زائد قوى جهرى يحد ث فى مخرج الحرف السا كن بعد ضغطه
"Suara tambahan
(pentulan) yang kuat dan jelas yang terjadi pada huruf yang bersukun setelah
menekan pada makhraj huruf tersebut".
Adapun huruf-huruf Qalqalah itu ada 5 yaitu:
Qaf (ق),Tha’ (ط)Ba’ (ب)Jim (ج )dan Dal (د)
Dalam Nazham dijelaskan:
ويبنّن
مقلقلا ان سكنا . وان يكن فى الوقف كان ابينا
“Dan
qalqalah-kanlah dengan jelas apabila terdapat (huruf qalqalah) yang bersukun
atau dalam keadaan wakaf”[1].
Dalam Ilmu Tajwid
Qalqalah terbagi menjadi 2 yaitu Qalqalah Shugra dan Qalqalah Kubra.
1.
Qalqalah
Sughra
Shugra yaitu artinya kecil. Qalqalah Shugra menurut istilah ialah:
فإن
كان سكو نهما اصليّا فهي صغرى
“jika huruf Qalqalah
dalam keadaan sukun Asli, maka ia dinamakan Qalqalah Shugra”.
Dalam pengertian lain juga disebutkan:
فما
سكن منها فى وسط الكلمة يسمّى قلقلة صفرى
“Apabila huruf Qalqalah tersebut mati ditengah kalimat, maka
dinamkan Qalqalah Shugra.
Berdasarkan dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Qalqalah
Shugra terjadi pada dua kondisi, yaitu huruf Qalqalah:
-
Bersukun
asli.
-
Bersukun
ditengah kalimat.
Cara pengucapan Qalqalah ialahdengan menekan kuat makhraj huruf
dari huruf yang bersukun tersebut sehingga suaranya memantul dengan pantulan
yang kuat dan jelas. Untuk huruf qaf dan tha’ pantulannya
mendakati suara “o” karena kedua huruf ini tersifati oleh Isti’la.
Bahkan, suara ini pun cenderung berubah-ubah bergantung pada harakat dari huruf
sebelum dan sesudahnya.
Adapun contoh-contoh Qalqalah Shugra adalah sebagai berikut:
|
Huruf Qalqalah |
Contoh |
|
ق |
رزقناهم |
|
يقطعون |
|
|
ط |
يطمعون |
|
المطمئنّه |
|
|
ب |
حبل |
|
من قبلك |
|
|
ج |
مجرمون |
|
تجزون |
|
|
د |
يد خلون |
|
مدبرين |
2.
Qalqalah Kubra
Adalah Qalqalah besar. Qalqalah Kubra menurut istilah ialah:
ان
كان سكونها عارضا فى الوقف فهى كبرى
“jika
huruf qalqalah bersukun ‘aridli karena di-wakaf-kan, maka ia dinamakan Qalqalah
Kubra”.
Kemudian dalam kitab Al-Qaulus Sadid diterangkan pengertian
Qalqalah Kubra yang lain, yaitu:
وما
سكن منها فى اخر الكلمة يسمّى قلقلة كبرى
“Apabila huruf
qalqalah tersebut bersukun di akhir kalimat, maka ia dinamakan Qalqalah Kubra.
Berdasarkan difenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa
Qalqalah Kubra terjadi apabila huruf Qalqalah:
-
Bersukun
‘aridli, karena di-wakaf-kan. Dengan kata lain, huruf tersebut asalnya
berharakat tetapi menjadi bersukun karena dibaca waqaf.
-
Bersukun
di akhir kalimat.
Pengucapan Qalqalah Kubra sama dengan cara pengucapan qalqalah
secara umum, namun harus lebih berkumandang dan lebih jelas dibending dengan
pengucapan Qalqalah Shugra. Bahkan, pengucapan Qalqalah Kubra harus lebih kuat
lagi tatkala huruf qalqalah yang di-wakaf-kan tersebut dalam keadaan
bertasydid.
Adapun contoh-contoh Qalqalah Kubra adalah sebagai berikut:
|
Huruf
Qalqalah |
Contoh |
|
ق |
ما خلق |
|
بالحقّ |
|
|
ط |
محيط |
|
رباط |
|
|
ب |
حساب |
|
وتبّ |
|
|
ج |
بهيج |
|
المعارج |
|
|
د |
لشديد |
|
[2] الله الصّمد |
B. Perbedaan Qalqalah Shugra dan Qalqalah Kubra
Selain karena faktor sukun asli atau aridli dan di tengah atau di
akhir, ada segi perbedaan yang lain yaitu:
1.
Qalqalah
yang terjadi ditengah kalimat disebut Shugra, karena proses Qalqalahnya
berlangsung kurang sempurna. Lisan secara serentak berpindah ke makhraj yang
lain untuk mengucapakan huruf selanjutnya. Seadangkan Qalqalah yang terjadi di
akhir kalimat disebut Kubra, karena prosesnya Qalqalahnya berlansung sempurna.
Lisan tidak segara berpindah ke makhraj lain, karena bacaan terhenti pada huruf
Qalqalah tersebut.
2.
Qalqalah
yang bersukun asli disebut Shugra, karena terjadi melalui satu proses saja,
yakni proses Qalqalah tanpa Iskan. Sedangkan qalqalah yang bersukun Aridli
disebut Kubra karena terjadi melalui dua proses, yaitu: Qalqalah dan Iskan.
C. Pembagian Lain Huruf Qalqalah
Selain Pembagian Qaqalah di atas (Shugra dan Kubra) ada pebagian
lain, yaitu:
1.
Ditinjau
berdasarkan kekuatan dan kejelasan suara pantulan dari huruf Qalqalah, maka huruf-huruf
tersebut dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok:
a.
A’la
( paling tingggi) maksudnya paling kuat dan paling jelas suara pantulannya.
Hurufnya adalah Tho’
b.
Ausath
(sedang). Maksudnya suara pantulannya bersifat sedang atau pertengahan.
Hurufnya adalah Jim
c.
Adna
(paling rendah). Maksudnya paling rendah suara pantulannya dibanding A’la atau
Ausath. Huruf-hurufnya antara lain: Qaf, Ba’, dan Dal.
2.
Ditinjau
berdasarkan kondisi yang menyertai huruf-huruf Qalqalah dikaitkan dengan
kekuatan dan kejelasan suara pantulan yang dihasilkan dari kondisi tersebut,
dapat dibagi menjadi 3 kondisi, antara lain:
a.
Shoghir
(kecil) yakni bila huruf Qalqalah dalam keadaan mati ditengah kalimat dan
bacaan pun di whashalkan. Contoh: قبل
b.
Kabir
(besar), yaitu apabila huruf Qalqalah dimatikan di akhir kalimat dan bacaan pun
diwaqafkan. Contoh: عذاب
c.
Akbar
(paling besar), yaitu apabila huruf Qalqalah dalam keadaan bertasydid di akhir
bacaan yang diwakafkan. Contoh: [3]بالحقّ
KESIMPULAN
Pada keterangan diatas maka kita dapat tarik sebuah kesimpulan
bahwa Qalqalah itu secara bahasa adalah bergerak dan gemetar sedangkan secara
istilah Qalqalah itu adalah Suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yang
terjadi pada huruf yang bersukun setelah menekan pada makhraj huruf tersebut.
Dan Qalqalah itu dapat dibagi menjadi dua yang pertama Qalqalah Sugra
adalah apabila huruf Qalqalah tersebut mati ditengah kalimat, maka dinamkan
Qalqalah Shugra. Sedangkan Qalqalah Kubra adalah apabila huruf qalqalah
tersebut bersukun di akhir kalimat, maka ia dinamakan Qalqalah Kubra.
DAFTAR PUSTAKA
Aabdurohim,
Acep Iim, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap, Bandung: Cv Penerbit Diponegoro, 2012.
Munir, Ahmad
dan Saudarsono Ilmu Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an, Jakarta:PT Renika
Cipta,1994.
Wahyudi, Moh, Ilmu Tadwid
Plus, Surabaya: Halim Jaya, 2007.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar